Pujangga Fajar…

Hey Pujangga Fajar….
apa yg sedang kau buat
tidakah kau melihat
langit mulai pudar dengan cahaya,
malam akan segera tenggelam utk kesekian kalinya,
apa kau peka terhadapnya….
terhadap penghuni bumi….
yg tidak lagi peduli dengan kondisi langitnya
yg tidak lagi tau siapa penciptanya
tanpa tau siapa yg menggantikan malam dengan siang
begitupun juga sebaliknya
dengan segala kenistaan yg terus tercipta di setiap detiknya
tanpa takut akan kejadian
yg dijanjikan sang pemilik cinta, di hari akhir kelak

sekarang…
apa yg bisa kau perbuat…
apa akan terus diam di persembunyian
apa yg kau tunggu disana…
apakah kau menunggu datangnya mukjizat dari langit
memangnya kau ini siapa…
kau hanyalah hamba, bukanlah utusan

sekarang….
apa yg bisa kau lakukan
di tengah teriakkan getirnya terik jalanan
di antara arus yg semakin deras ke arah hilir dusta
di tengah reuntuhan bangunan aqidah
yg terus saja di bombardir, oleh tentara cyber yg terus berambisi menguasai dunia

sekarang….
apa yg akan kau kerjakan…
hanya bisa berdiskusi, dan memperbincangkan dengan kawan se aspirasi
menandakan sebuah kepedulian semu
hanya bisa bicara, bicara, dan bicara….
tak lebih hanya dari sebuah rangkaian kata.

Hey Pujangga Fajar
apa yg kau pikirkan sekarang…
apa yg kau harapkan
menunggu sampai semua hancur berantakan
menunggu sampai mukjizat datang
atau berharap nabi baru akan datang
dan memberi petunjuk baru, beserta mukjizat liberalnya
dan menunggu yg hancur menjadi semakin hancur dengan kekufuran dan kemungkaran

Hey Pujangga Fajar
sedang apakah kau sekarang
cepatlah kau beranjak
turun menuju ke medan jihad
yg semestinya kau ada di barisan terdepan
dengan semangat kecintaan kepada Allah dan RasulNya
dengan lapar dan dahaga telaga kautsar
dengan rindu wangi syuhada, dan dengan semangat syurga firdaus….

Hey Pujangga Fajar
apa lagi yg kau tunggu
pergilah
Insya Allah kedua orang tua mu ikhlas dan rela
apa lagi yg kau nantikan
perintah itu telah datang
seruan itu telah bergema, disetiap penjuru urat nadimu
dan lebih dekat kepada suara hati, dan melindungi mu
dari kebisingan dunia yg tidak mengenal batas…

Ya Allah…
hamba wakafkan jiwa ini di jalan Mu
untuk mengantarkan, dan menyampaikan salam kami kepada RasulMu
dan bercinta dengan Rasul yg kau utus utk kami tauladani dan kami cintai.

Ya Allah…
akan kutagih janjiMu
akan Syurga Abadi
Syurga sebenarnya, diantara Syurga2 semu
yg Kau sodorkan saat kami menelusuri jalanMu,
diantara seruan2 yg menyesatkan dari jalan kepadaMu
dan, inilah kami
dengan segala keterbatasan yg Kau berikan
dan kami maksimalkan untuk Mu
sang pemilik Cinta.

One response

10 06 2011
arwendy

bisa jadi inspirasi nihh,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: